Selasa, 28 Desember 2010

Umat muslim di china

Ketika Dinasti Song berkuasa pada abad ke-10 M, ternyata peradaban Islam telah turut berjasa dalam mengembangkan sains dan teknologi di Tiongkok. Selama ini, sejarah kerap menyebutkan ilmu pengetahuan dari dunia Islam berkembang di Cina pada masa kekuasaan Dinati Yuan ((1206-1279). Ternyata, sains Islam, terutama astronomi, telah memengaruhi peradaban Cina sejak zaman Dinasti Song.
Hal itu sangat beralasan. Apalagi, di masa itu, dunia Islam—di Timur Tengah—sedang mencapai masa keemasannya. Isa Ziling Ma dalam tulisannya bertajuk Islamic Astronomy in China: Spread and Development menuturkan, astronomi Islam menyebar ke Cina pada era Dinasti Song (960-1127). Sayangnya, papar Isa, bukti resmi yang mencatat peristiwa penyebaran sains Islam di Cina pada zaman itu nyaris tak ada.

Senin, 27 Desember 2010

Adab Cemburu

Kata orang, cemburu itu perlu. Sebaliknya, tak sedikit yang menolak dikatakan sebagai pencemburu. Itulah sifat cemburu. Layaknya mata uang, ia memiliki dua sisi yang saling bertolak belakang. Dengannya sebuah rumahtangga bisa bertambah rekat. Namun, tak jarang justru ia menjadi awal sebuah kehancuran hidup seseorang. Berikut ini beberapa pandangan Islam mengenai sifat cemburu.

Minggu, 26 Desember 2010

Ajaran Tasawuf: Mahabbah, Syauq, Wushul, Qona’ah

 Mahabbah:

kecenderungan kepada Allah secara paripurna, mengutamakan urusan-Nya atas diri sendiri, jiwa dan hartanya, sepakat kepada-Nya lahir dan batin, dengan menyadari kekurangan diri sendiri (Syaikh alMuhasibiy). Rabi’ah berkata: “Orang yang mahabbah kepada Allah itu tidak habis rintihan kepada-Nya sampai ia dipanggil ke sisiNya.



Syauq: yaitu kerinduan hati untuk selalu terhubung dengan Allah dan senang bertemu dan berdekatan denganNya ( Abu Abdullah bin Khafif ). Sebagian Ulama’ berkata: ” Orang-orang yang Syauq merasakan manisnya kematian setelah dialami, sebab terbuka tabir yang memisahkan antara dirinya dengan Allah.

Unsu : tertariknya jiwa kepada yang dicintai ( Allah ) untuk selalu berada di dekatNya. ( Abu Sa’id al Karraz). Syeh Malik bin Dinar mengatakan, “Barangsiapa tidak unsu dengan muhadatsah kepada Allah, maka sedikitlah ilmunya, buta hatinya dan sia-sia umurnya.

Qurbun : dekat hatinya seseorang dengan Allah Ta’ala, sehingga dalam melakukan segala hal merasa selalu dilihat olehNya. Syeh Abu Muhammad Sahl mengatakan, “Tingkat paling rendah dalam tingkatan Qurb adalah rasa malu melakukan maksiat”

Haya: Rasa malu dan rendah diri, demi mengagungkan Allah (Syaikh Syihabuddin), Syaikh dzun Nun alMisri mengatakan, “Mahabbah membikin orang berucap, Haya’ membikin diam, dan Khauf membikin genta Sakar: Gejolak mabuknya hati sewaktu disebut Allah (Syaikh Abu Abdullah)

Wushul: terbukanya tabir hati dan menyaksikannya pada hal-hal yang diluar alam ini (alam dhohir) (Syaikh Abu Husein anNuriy)

Qona’ah: menerima cukup dengan yang ada tanpa keinginan berusaha memperoleh yang belum ada (Syaikh Abu Abdullah). Sumber-http://walijo.com

Pancaran Nur Ilahi seorang Wali

Dalam Kitab Ihya’ Ulumuddin, Imam Ghozali menegaskan, “Bahwa siapa-siapa yang membantah/mengingkari tentang adanya manusia tingkat Wali maka ia juga mengingkari adanya manusia tingkatan Nabi”. Imam Ghozali bermaksud untuk menjelaskan bahwa Wali adalah benar-benar ada, dan kita harus mempercayainya, seperti kita juga percaya tentang adanya nabi Allah.

Lebih jauh Imam Ghozali ber kata, “Bahwa waliyullah itu mempunyai kekuatan batin/jiwa yang sangat kuat sekali berhubung karena suci bersihnya qolbu mereka. Qolbu mereka itu bagaikan cermin yang sangat bersih, bersih dari segala kotoran maksiat dan bersih dari sifat-sifat yang buruk, sehingga dengan mudah menangkap atau menerima segala yang bersifat suci dari pancaran Nur Ilahi.”

Kekuatan qolbu dari seorang wali adalah sangat berbeda dari orang awam, hal ini terjadi karena qolbu seorang wali adalah bersih dari segala dosa dan telah menerima pancaran Nur Ilahi secara langsung dan tidak terhalang lagi oleh hijab (karena hijab atau tabirnya sudah terbuka ). Sehingga wali memiliki ilmu Laduni (Ilmu yang diajarkan langsung oleh Allah, melalui cara yang sangat rahasia, meskipun tidak pernah mempelajari secara dhohiriah tapi mahir menguasainya). sumber http://walijo.com/?p=1163#more-1163

Kamis, 23 Desember 2010

Tahfizh al Qur'an 10 menit saja

  • TAHFIZH 10 MENITWritten by Ustadz Syahid Abdul Qadir, S.Sos.i

IIkhwan dan akhowatfillah...Saya berharap antum-antunna semua membaca tema yang sangat penting ini agarbisa mengambil manfaat darinya dalam menghafal Al-Quran dalam 10 menit. Tidak ada istilah mustahil... antum-antunna semua bisa.

Kalau sekiranya setiap kita membuat jadual harian, niscaya kita dapatkan betapabanyak waktu kita yang terbuang sia-sia. Ketahuilah bahwasannya kita akandihisab tentang waktu yang kita gunakan di dunia ini. Marilah kita hisab waktukita sebelum kita dihisab dihadapan Allah SWT kelak.